🦔 Cerita Belajar Dari Gajah Mada

Mengutipbuku Santi Sutasoma: Menemukan Kepingan Jiwa Mpu Tantular, sebelum menjadi bangsa yang utuh, kita perlu belajar dari kisah Gajah Mada yang dituliskan oleh Mpu Tantular dalam bukunya. Mpu Tantular mengingatkan apa yang sedang dialami oleh bangsa kita saat ini bukanlah cerita baru. . Cerita Rakyat Indonesia yang akan Kakak kisahkan pagi hari ini mengandung nilai sejarah yang sangat tinggi. Tentu adik-adik sudah tahu bahwa pada zaman dahulu pernah ada Kerajaan di Indonesia yang sangat besar yang bahkan kekuasaanya lebih luas dibanding Negara Indonesia saat ini. Adik-adik benar, Kerajaan itu adalah kerajaan Majapahit. Tentunya adik-adik jadi ingin tahu siapa pemimpin Majapahit yang berhasil menguasai Nusantara. Pada cerita rakyat Indonesia hari ini kami menampilkan sejarah pendek mengenai orang-orang yang paling berpengaruh di jaman keemasan Majapahit. Sejarah Pendek Sumpah Palapa Sejarah Pendek Mahapatih Gajahmada Kerajaan Majapahit didirikan dan dipimpin oleh Raden Wijaya sampai tahun 1308. Setelah Raden Wijaya wafat, ia digantikan oleh putranya yang bernama Prabu Jayanegara. Pada masa pemerintahan Prabu Jayanegara banyak terjadi pemberontakan. Salah satunya adalah pemberontakan Kuti. Pada saat pemberontakan kerajaan Majapahit sangat kacau. Akhirnya Prabu Jayanegara memanggil Patih Gajah Mada. ’Apa yang harus kita lakukan Patih ?’’ Tanya Prabu Jayanegara Patih Gajah Mada akhirnya memberikan alternative paling aman kepada Prabu Jayanegara untuk mengungsi ke desa Bedander. Desa Bedander merupakan satu desa dibawah kekuasaan Majapahit. Letaknya sangat jauh dari pusat kota Majapahit, didaerah itu pula Patih Gajah Mada mengatur siasat perang untuk mengatasi pemberontakan Kuti. Siasat yang dipakai Patih Gajah Mada berhasil dan Majapahit dapat direbut kembali. Setelah berhasil mengatasi pemberontakan Kuti, Patih Gajah Mada diangkat sebagai Patih Kahuripan. Pada tahun 1328 Prabu Jayanegara wafat, dan digantikan oleh putrinya yaitu Tribuanatunggadewi Jayawinuwardani sebagai Ratu Majapahit. Masa pemerintahan Tribuanatunggadewi inipun tidak luput dari pemberontakan. Pemberontakan terbesar adalah pemberontakan Sadeng, Pasukan Majapahit dibawah pimpinan Patih Majapahit yang sangat kuat. Pemberontakan inipun dapat ditumpas. Kemampuan Patih Gajah Mada dalam mengatasi berbagai pemberontakan, Ratu Tribuanatunggadewi memberikan kenaikan pangkat kepada Patih Gajah Mada menjadi Mahapatih Gajah Mada. Pada saat pengangkatan Mahapatih Jagah Mada memohon kepada Ratu Tribuanatunggadewi untuk mengucapkan sumpah. ’ Sumpah Palapa’’. Saya bersumpah , bahwa sebelum saya bisa menaklukkan seluruh Nusantara dibawah kekuasaan Majapahit. Saya tidak akan memakan buah palapa.’’ Sumpah Mahapatih Gajah Mada. Sumpah palapa ini mempunyai arti bahwa Mahapatih Gajah Mada tidak akan merasakan kenikmatan duniawi sebelum seluruh Nusantara bersatu. Pada waktu itu banyak kalangan yang meragukan sumpah Mahapatih Gajah Mada. Sehingga banyak yang menyangka bahwa sumpah Mahapatih hanyalah suatu kesombongan belaka. ’ Sumpah Mahapatih hanyalah sebuah kesombongan, setelah itu Mahapatih akan segera menarik ucapannya kembali.’’ Ucapan sinis itu keluar dari Ra Kembar dan Ra Banyak. Mendengar ucapan itu Mahapatih Gajah Mada sangat tersinggung. Mahapatih Gajah Mada maju terus pantang mundur untuk membuktikan Sumpah palapa yang telah diucapkannya. ’ Mulai detik ini akan aku buktikan!’’ ujar Mahapatih Gajah Mada kepada Ra Kembar dan Ra banyak. Cerita Rakyat Indonesia Mahapatih Gajah Mada Dikalangan penduduk Majapahit terdengar pembicaraan mengenai pengganti Ratu Tribuanatunggadewi. ’ Tak lama lagi Sri Baginda Ratu akan lengser keprabon bu.’’ Kata pak Jaya salah satu kota penduduk Majapahit kepada istrinya. Pada tahun 1350 Sri Baginda Ratu Tribuanatunggadewi lengser dan digantikan oleh putranya yang bernama Hayam Wuruk. Saat penobatan Hayam wuruk tiba. Ratu Tribuanatunggadewi duduk disinggasana kerajaan. Dengan langkah tegap Hayam Wuruk berjalan menghampiri ibundanya dan bersujud dihadapannya. ’ Terimalah tongkat ini untuk memimpin kerajaan Majapahit’’. Ujar Ratu Tribuanatunggadewi sambil menyerahkan tongkat kerajaan kepada Hayam Wuruk. Hayam Wuruk segera menerima tongkat itu dengan hati-hati. Setelah menerima tongkat kerajaan itu Hayam Wuruk mengucapkan sumpah untuk memimpin kerajaan Majapahit. Sejak saat itu resmilah Hayam Wuruk menjadi Raja Majapahit. Pada saat kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Kehidupan masyarakatnya yang makmur. Kerajaan Majapahit juga mampu mempersatukan seluruh Nusantara. ’ Aku bangga, kita dapan mempersatukan Nusantara’’. Ujar Raja Hayam Wuruk dengan hati berbunga-bunga. Namun Mahapatih Gajah Mada merasa bahwa apa yang telah dicapai merupakan hasil kerja keras seluruh penduduk Kerajaan Majapahit. Wilayah Kerajaan Majapahit sangat luas meliputi seluruh Nusantara ditambah dengan Semenanjung Malaya, Tumasik atau Singapura serta bagian selata Philipina. Apabila dibandingkan dengan wilayah Republik Indonesia sekarang wilayah Kerajaan Majapahit jauh lebih luas. Catatan dari Cerita Rakyat Indonesia Mahapatih Gajah Mada Adalah Mahapatih Gajah Mada seorang yang berpendirian kuat, tegas, dan kokoh. Ia berhasil mewujudkan Sumpah Palapa dengan berhasil mempersatukan seluruh Nusantara menjadi satu kesatuan. Janji ditepati dengan semangat pengorbanan yang tinggi. Navigasi pos 100% found this document useful 1 vote8K views8 pagesDescriptionBerdasarkan Latar Cerita Belajar Dengan Gajah MadaCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote8K views8 pagesBerdasarkan Latar Cerita Belajar Dengan Gajah MadaJump to Page You are on page 1of 8 You're Reading a Free Preview Pages 5 to 7 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. - Advertisement - Anak-anakku terutama bagi kelas VII, jika buku paket yang kamu gunakan untuk belajar Bahasa Indonesia adalah buku “Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII, Edisi Revisi 2016, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia”, maka kamu akan menemukan beberapa cerita fantasi yang menarik. Salah satunya berjudul Belajar dengan Gajah Mada. Cerita Belajar dengan Gajah Mada tersebut, di ruang ini kita akan coba telaah untuk berlatih dalam memberikan komentar. Hal ini sudah menjadi tuntutan kurikulum agar kita mampu mengomentari dan memberi penghargaan atas karya cerita fantasi teman kita. Dan dalam rangka implementasi program penilaian, marilah kita baca kembali kutipan cerita berikut dengan cermat! Belajar dengan Gajah Mada Minggu pagi yang cerah Ardi, Handi, dan Dani berada di Candi Trowulan. Mereka merupakan siswa pilihan dari sebuah SMP yang sedang melakukan tugas pengamatan untuk karya ilmiah remaja. Di tengah keramaian orang yang sedang berwisata, mereka sibuk menyelesaikan laporannya. “Tolooong,“ tiba-tiba terdengar suara Handi berteriak minta tolong. Dani dan Ardi yang berada tidak jauh dari tempat itu segera berlari menghampiri. Betapa kagetnya mereka berdua melihat Handi berada di sebuah lubang dan hanya kelihatan tangannya. Dengan reflek Ardi dan Dani menarik berusaha menolong Handi. Tapi “Aaahh…! terdengar teriakan keras dan mereka bertiga terseret masuk ke lubang itu. “Dimana kita??” Ardi bertanya sambil menatap tembok sekelilingnya yang memancarkan kemilau keemasan. “Tempat apa ini?” Handi dan Dani bertanya hampir bersamaan. Tiba-tiba, di hadapan mereka, muncul laki-laki bertubuh kekar. “Kalian bertiga saya panggil untuk menemui leluhurmu!” laki-laki tegap itu berujar dengan penuh wibawa. Ketiga anak itu terbelalak. “Sii aa .. pa Bapak?” sambil gemetar Handi memberanikan diri untuk bertanya. “Aku yang berjanji tak akan makan buah palapa sebelum Nusantara bersatu,” jawab laki-laki itu dengan mata tajam menatap ke arah tiga anak yang masih ketakutan itu. “Gaajah Maada …!” suara ketiganya seperti tercekat. “Ya benar akulah Gajah Mada yang sejak muda berusaha keras berlatih untuk menjadi orang berguna,” suara laki-laki itu dengan sangat berwibawa. “Apa yang sudah kamu lakukan untuk menyiapkan dirimu agar menjadi orang berguna,” mata laki-laki itu lekat menatap Handi. Kemudian dia beralih memegang bahu Ardi dan Dani. “Saya berusaha menjadi juara kelas dengan belajar tiap hari,” Ardi menjawab agak terbata-bata. “Saya belajar tiap malam sehingga saya selalu rangking satu di sekolah,” Handi menyahut. “Saya les semua mata pelajaran sehingga selalu mendapat prestasi Matematika tertinggi di kelasku,” Dani menimpali jawaban teman-temannya. “Belum cukup, kalian semua harus menambahkan jawaban lagi dengan benar untuk dapat dikembalikan ke tempat semula,” laki-laki itu semakin mendekat. Ketiga anak itu berpikir keras untuk mengungkapkan hal terbaik apa yang telah diperbuat selama ini. Setelah satu jam berpikir keras Handi membuka pembicaraan. “Saya selalu berusaha untuk tidak terlambat datang ke sekolah dan menyelesaikan tugas tepat waktu,” Handi memulai mengajukan ide. “Saya berusaha bekerja keras dan tidak mencontek waktu ujian,” kata-kata Ardi meluncur deras. “Saya mendengarkan teman yang berbeda pendapat dan meresponnya dengan santun,” Dani bertutur dengan lancar. Selesai Dani menyelesaikan kalimatnya, terdengar dentuman keras. Buuuum…! Seakan ada yang mengangkat mereka bertiga tiba-tiba sudah kembali berada di area Candi Trowulan tempat mereka melakukan pengamatan. Ketiganya mengusap mata. Seakan tidak percaya mereka saling berangkulan. “Benar kata Gajah Mada tadi…” Handi berucap lirih. “Iya kita tidak cukup hanya hanya dengan pintar” Ardi berkata hampir tak terdengar. “Ya kita harus memiliki perilaku yang baik…” Dani berteriak lantang sambil menyeret kedua temannya menuju area candi yang harus diamati. Mereka bertiga bertekad menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Seperti biasanya mereka bekerja keras untuk menghasilkan sebuah karya. BACA JUGA Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 Semester 1 Memberikan komentar dan penghargaan Yang menjadi pertanyaan sekarang, aspek apa saja dan bagaimanakah caranya memberikan komentar itu? Anak-anakku, dalam buku “Bahasa Indonesia SMP/MTs. Kelas VII, Edisi Revisi 2016. terdapat panduan memberikan komentar dan penghargaan melalui kotak berikut. No. Aspek Deskripsi Cerita Fantasi 1 Judul     Apakah judul menggambarkan keseluruhan isi teks?     Apakah judul singkat, padat, dan jelas? 2 Orientasi     Apakah ada perkenalan tentang para pelaku, terutama pelaku utama, apa yang dialami pelaku, dan di mana peristiwa itu terjadi? 3 Komplikasi     Apakah muncul konflik, para pelaku bereaksi terhadap konflik, kemudian konflik meningkat?     Apakah pengarang membangun konflik dengan cara yang menarik?     Konflik batin ataukah fisik?     Apakah konflik mencapai puncaknya?     Apakah puncak konflik tersebut dikemas dengan cara yang unik, menarik, atau mengesankan? 4 Resolusi     Apakah konflik terpecahkan dan terdapat penyelesaiannya?     Penyelesaian bersifat terbuka pembaca dibebaskan untuk melanjutkan akhir ceritanya atau tertutup pengaranglah yang menunjukkan akhir ceritanya?     Apakah penyelesaiannya menarik atau mengesankan? 5 Amanat atau Moral Tersurat/ Tersirat     Apakah ada pesan-pesan moral yang disuarakan pengarang?     Apakah pesan-pesan itu disampaikan secara tersurat atau tersirat?     Apakah pesan-pesan itu disampaikan secara wajar, tidak menggurui? 6 Orisinalitas ide     Apakah karyamu asli hasil idemu sendiri dan belum pernah ada sebelumnya? Asli tetapi modifikasi. 7 Kreativitas pengembangan cerita     Apakah peristiwa yang dikembangkan rinci dan unik?     Apakah pilihan kata dalam cerita menarik?     Apakah dialog-dialog yang dikembangkan menarik dan menghidupkan cerita? . Contoh paparan komentar Berdasarkan panduan komentar yang terdapat pada kotak tersebut, maka lahirlah sebuah paparan komentar berikut, misalnya Salah satu cerita yang saya baca dari buku paket adalah Belajar dengan Gajah Mada. Judul cerita ini ditulis singkat, padat, dan jelas, juga dapat menggambarkan keseluruhan isi teks. Cerita Belajar dengan Gajah Mada ini memiliki bagian struktur cerita yang lengkap yaitu alur dimulai dari orientasi, komplikasi, dan diakhiri resolusi. Bagian orientasi berupa mengenalkan latar waktu pada Minggu pagi, latar suasana yang cerah di tengah keramaian orang yang sedang berwisata, suasana kesibukan dalam menyelesaikan laporannya yang dilakukan tokoh-tokoh seperti Ardi, Handi, dan Dani, dan memperkenalkan latar tempat di Candi Trowulan. Bagian komplikasi berupa timbul masalah dari terdengarnya suara Handi berteriak minta tolong karena ia berada di sebuah lubang sampai teman-teman yang menolongnya pun terperangkap masuk ke masa lalu. Mereka bertemu dan belajar banyak hal dari Gajah Mada dan mereka bisa dikembalikan ke tempat semula kalau bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan Gajah Mada. Pengarang membangun konflik dengan cara yang menarik. Konflik dikembangkan dengan melompat pada zaman yang berbeda. Para pelaku bereaksi terhadap setiap yang dialami. konflik yang dimunculkan adalah konflik batin bahkan konflik fisik. Dari mulai konflik sederhana kemudian meningkat dan mencapai puncaknya. Bagian resolusi ditandai dengan gambaran bahwa permasalahan yang dihadapi tokoh mulai ada titik terang atau ada penyelesaian setelah Dani menyelesaikan kalimatnya dan terdengar dentuman keras. Seakan ada yang mengangkat mereka bertiga tiba-tiba sudah kembali berada di area Candi Trowulan tempat mereka melakukan pengamatan. Dengan demikian konflik dapat terpecahkan dan terdapat penyelesaian yang menarik dan mengesankan. Penyelesaian bersifat tertutup. Pada cerita ini pengaranglah yang menunjukkan akhir ceritanya. Cerita fantasi Belajar dengan Gajah Mada tentu penuh dengan pesan-pesan moral yang disuarakan pengarang. Pesan-pesan tersebut disampaikan secara tersurat, banyak pula yang tersirat melalui dialog antar tokoh seperti dalam kalimat, “Ya kita harus memiliki perilaku yang baik…” Dani berteriak lantang sambil menyeret kedua temannya menuju area candi yang harus diamati. Mereka bertiga bertekad menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Seperti biasanya mereka bekerja keras untuk menghasilkan sebuah karya. Pesan-pesan itu disampaikan secara wajar dan tidak menggurui. Belajar dengan Gajah Mada merupakan hasil ide pengarang yang belum pernah ada sebelumnya. Peristiwa-demi peristiwa dikembangkan secara rinci dan unik dengan pilihan kata yang menarik. Dialog-dialog yang dikembangkan pun menarik dan menghidupkan cerita. Cerita tersebut menggunakan latar lintas waktu. Cerita dimulai dengan latar Candi Trowulan kemudian tokoh mengalami peristiwa ajaib yang membawa para tokoh ke zaman Kerajaan Majapahit. Demikian, semoga ada manfaatnya. - Advertisement -

cerita belajar dari gajah mada